Protokol Pembersihan dan Disinfeksi Botol Susu

Pemberian air susu ibu (ASI) merupakan pilihan yang terbaik bagi semua bayi. Namun, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan ASI tidak dapat diberikan secara langsung. Penggunaan susu formula sering diberikan pada bayi dengan menggunakan botol yang sulit untuk dibersihkan.

Pemberian susu formula di rumah sakit pada bayi juga memberikan tantangan khusus, untuk mencegah infeksi dan mengontrol transmisi infeksi melalui botol susu. Botol susu perlu dilakukan pembersihan dan disinfeksi.

cronobacter_456px

Salah satu resiko adalah Cronobacter, dahulu dikenal sebagai Enterobacter sakazakii merupakan bakteri yang sering ditemukan di lingkungan dan dapat bertahan pada kondisi yang sangat kering. Cronobacter telah ditemukan di berbagai jenis makanan kering, seperti susu bubuk, susu formula, teh herbal maupun tepung tepungan. Cronobacter juga ditemukan di tempat air limbah dan banyak tempat lainnya.

CDC mendapatkan laporan 4-6 kasus setiap tahunnya, tidak sering namun sering menyebabkan kematian pada bayi, terutama pada hari hari atau minggu awal kehidupan. Satu kematian adalah kejadian yang besar.

Cronobacter dapat menyebabkan infeksi aliran darah (sepsis) atau meningitis (inflamasi membran yang melindungi otak dan tulang belakang)

Protokol pembersihan dan disinfeksi botol bayi yang tepat diperlukan untuk memutus mata rantai transmisi.

Baca lebih lanjut

7 Pertanyaan dalam Membangun CSSD

Membangun Unit sterilisasi sentral (CSSD) adalah hal yang penting di rumah sakit. CSSD memutus rantai infeksi dengan melakukan pembersihan, pengemasan, disinfeksi dan sterilisasi pada peralatan yang akan digunakan pada pasien.

orlando-1

Sering terjadi kebingungan dimana lokasi yang terbaik, berapa luasan CSSD, utilitas yang diperlukan dan hal lainnya.

Berikut 7 (tujuh) pertanyaan yang sering ditanyakan dalam membangun CSSD

Baca lebih lanjut

Pengaruh Cuci Tangan menggunakan Alkohol Handrub yang Dibuat Mandiri di Ruang Pediatri

Gudza Mugabe dkk (2017) melakukan penelitian kontaminasi bakteri pada tangan orang dewasa di dua rumah sakit di Harare, Zimbabwe. Peneliti juga melakukan uji efektivitas secara mikrobiologi alkohol handrub yang dibuat mandiri oleh rumah sakit.

Pada kunjungan yang tidak diumumkan, sampel diambil dengan metode cetakan tangan (hand print) dan bilasan tangan (hand rinse). Sampel didapatkan dari 152 orang (16 perawat, 10 dokter, 28 siswa, 86 orang tua/ penunggu, 12 lainnya).

tasha-sturm-takes-handprint-of-boy-playing-outside-and-incubates-ther-results-7

Kontaminasi didapatkan berupa bakteri Gram negatif pada 91% orang dewasa yang diuji dengan jumlah rerata 14,6 CFU (dengan metode hand rinse) yang menunjukkan tingginya resiko transmisi bakteri patogen yang dapat menyebabkan infeksi (HAIs).

Penggunaan alkohol handrub sebanyak satu kali mengurangi mikroorganisme sebanyak 82% atau 0,72 log. Terdapat 49 isolat Enterobacteriaceae dari tangan, 53% diantaranya resisten terhadap Gentamycin dan 63% resisten terhadap Cefpodoxime.

Penggunaan alkohol handrub tetap merupakan langkah intervensi untuk mengurangi resiko infeksi.

Baca lebih lanjut

Validasi Autoclave: Kualitas Uap

Kualitas uap pada autoclave adalah faktor penting dalam proses sterilisasi uap. Layaknya faktor lainnya seperti, waktu, suhu dan tekanan, kualitas uap adalah variabel kritis pada keberhasilan proses sterilisasi uap dan kemampuan pengulangan (repeatability). Kualitas uap sebaiknya menjadi bagian dalam validasi sterilisasi uap.

autoclave-validation

Kualitas uap didefinisikan sebagai aspek-aspek fisik terukur dari uap yang digunakan dalam proses sterilisasi. Aspek fisik ini meliputi suhu (superheat), kekeringan (kandungan air dalam kondisi cair), dan kandungan gas yang tidak terkondensasi (non-condensable gas, NCG).

Kualitas uap bukanlah pengukuran tingkat kemurnian isi uap.

Deviasi atau penyimpangan dari range yang ditentukan dari masing-masing aspek ini dapat menyebabkan isu-isu berikut:

  • Kemasan Basah, wet load
  • Lot yang rusak
  • Lot yang tidak steril
  • Kegagalan indikator baik biologi maupun kimia
  • Kerusakan dan korosi baik instrumen maupun kontainer pengemas.

Masing masing isu ini memiliki penyebab yang spesifik dan secara umum dapat diselesaikan.

Baca lebih lanjut

Petugas Laundry mengalami Penyakit Kulit?

Apakah petugas laundry pernah terkena penyakit kulit?

Apakah pasien pernah terkena penyakit kulit setelah rawat inap di rumah sakit?

388x210_psoriasis_vs_scabiesBilamana petugas laundry atau pasien rumah sakit terkena kudis (scabies) maka dimungkinkan pemrosesan linen di rumah sakit tidak benar

Baca lebih lanjut

Peningkatan Keselamatan Pangan, dengan Cuci Tangan dan Pengaturan Suhu

foodsafety-graphics-800px

Peneliti Universitas Negeri Kansas telah menemukan “komposisi rahasia” untuk meningkatkan keselamatan pangan di dapur. Komposisi rahasia ini adalah pengingat cuci tangan dan instruksi penggunaan thermometer daging dalam resep masakan.

Baca lebih lanjut

Event Related Sterility, menghilangkan waktu kadaluwarsa instrumen

Kebutuhan untuk mengatur biaya sangat diperlukan di rumah sakit dan khususnya di kegiatan pembedahan. Sebagai contoh kegiatan sterilisasi ulang karena peralatan kadaluwarsa, tentu saja sangat menghabiskan biaya untuk pencucian ulang, pengemasan ulang, dan sterilisasi ulang. Maka penjaminan kualitas berdasarkan event related mendapatkan penerimaan untuk meningkatkan cost saving.

ulcs730

Baca lebih lanjut

Praktek Injeksi yang Tidak Aman

sipc_yt

Unsafe Injection Practices, praktek injeksi yang tidak aman berjalan di seluruh dunia dan memberikan pasien resiko yang tidak perlu, peningkatan morbiditas maupun mortalitas. Terdapat banyak kejadian outbreak (angka infeksi meningkat 2 kali dari baseline), kluster infeksi, maupun infeksi sporadis dapat tidak diketahui karena manifestasi klinis dari pasien yang mendapatkan infeksi Hepatitis B maupun Hepatitis C dari praktek injeksi yang tidak aman memiliki efek ringan yang tidak menunjukkan keterkaitan dengan kegiatan injeksi.

Baca lebih lanjut

Disinfeksi Peralatan Non Kritis

Earle H Spaulding, membuat sistem klasifikasi yang berpengaruh pada proses dekontaminasi peralatan kesehatan berdasarkan resiko penggunaannya.

Peralatan Kritis, peralatan yang menyentuh jaringan steril atau sistem vaskuler harus dalam kondisi steril

Peralatan Semi Kritis, peralatan yang menyentuh membran mukosa atau kulit yang terbuka harus dilakukan proses disinfeksi tingkat tinggi yang membunuh semua mikroorganisme kecuali spora dalam jumlah besar

Peralatan Non Kritis, peralatan yang menyentuh kulit utuh membutuhkan disinfeksi tingkat rendah

Bagaimana proses disinfeksi lingkungan dan peralatan non kritis? akan disampaikan dalam tulisan berikut.

Baca lebih lanjut